Senin, 18 Mei 2020

Resep Turun Temurun kue tart tradisional Bengkulu

Ohay masih seputaran cerita #dirumahaja nih, jadi dalam rangka menyabut hari Raya Idul Fitri, sudah menjadi tradisi suku rejang adalah masak kue tart. Yang dalam bahasa kami, suku Rejang disebut kue gandum,karena bahan dasar pembuatan kue ini sendiri adalah tepung gandum. Kue ini merupakan khas daerah, yang sudah turun temurun resepnya.


Meskipun begitu, Tidak semua orang bisa masak kue ini lo, tergantung kepiawaian seseorang. Karena ada beberapa kasus pembuatan kue ini gagal, jika resep tidak sesuai prosedur, maka kue akan keras, bantet, rasa tidak pas dan lain-lain.

Untuk yang berpengalaman, pasti pernah ketemu kue tart yang keras bukan main, bila dilempar ke dinding kuenya tidak hancur, bila digigit bisa membuat gigi patah huhu. Jadi, harus teliti dan sesuai prosedur, agar hasil masakan kue ini berhasil dan bahan-bahan kue tidak mubazir.

Nah, temen-temen. Meskipun kue ini resepnya turun temurun dan wajib di hidangkan di hari-hari besar, belum ada study yang membutikan cerita tentang kue ini memiliki cerita sejarah. Kebiasaan menghidangkan kue ini terjadi begitu saja dari masa kemasa hingga saat ini. Bila tidak, acara besar akan terasa hambar seperti ada yang kurang.

Acara besar seperti apa sih maksudnya? Tidak semua acara besar kue ini diwajibkan ada lo, karena proses pembuatan kuenya yang rumit jadi hanya beberapa acara saja yang wajib ada hidangan kue tart ini. Acara besar seperti apa itu? Biasanya hanya ada dua hari perayaan yang biasa menyediakan hidangan kue ini, yaitu hari Raya Idul Fitri dan acara Pernikahan.

Selain dua acara tersebut diatas, sangat kecil kemungkinan kue ini dihidangkan. Lebih tepatnya sih tidak di temukan hidangan kue ini selain dua acara tersebut. Pasti teman-teman bertanya-tanya ni, kenapa begitu? Hihihi, seperti di atas ya, saya sudah jelaskan. Tidak ada cerita sejarah tentang kue ini. Hal ini terjadi seperti budaya tetapi tanpa cerita sejarah yang real.

Tapi, ada beberapa fakta mengapa kue tart ini hanya di hidangkan di dua acara besar diatas. Dan jarang dihidangkan di acara biasa. Berikut faktanya :

  • Cemilan karbohidrat yang mengenyangkan
Karena bahan dasar pembuatan kue ini adalah tepung gandum yang mengandung karbohidrat dan berbentuk kue, sehingga ia biasa dijadikan cemilan dan memberikan efek kenyang sama fungsinya seperti nasi. Jadi setelah makan kue ini sekitar dua butir saja, sudah cukup sebagai pengganti makan. Karena sudah cukup memenuhi kebutuhan karbohidrat dalam tubuh.

  • Rendah Lemak dan sehat
Meskipun kaya akan karbohidrat, kue ini rendah lemak lo, serta termasuk cemilan sehat. karena proses pembuatannya di panggang, tidak di goreng. Dan juga bahan-bahan kue yang tidak banyak mengandung lemak jahat. Sehingga aman dikonsumsi oleh para ciwi-ciwi yang lagi program diet.

  • Cetakan kue merupakan ukiran tangan
Kue tart yang asli, maksudnya asli disini bukan kue tart yang di perbaharui oleh kemoderenan duniawi ya hehe. Jadi kue tart yang asli disini adalah kue tart yang seharusnya, aslinya, pada dasarnya, begitu. Jadi kue-kue yang cantik dan lucu dengan berbagai varian bentuk ini merupakan ukiran tangan lo. Bisa menggunaan kuas atau gubet (alat ukir buatan rumahan). Jadi kue masak kue ini, harus memiliki jiwa seni, kalo enggak, kuenya nggak terbentuk deh. Sebenernya bisa sih menggunakan tekhnik modern yaitu menggunaan cetakan. Tapi bu-ibu kebanyakan tidak mau, mereka lebih senang kue tart ukiran tangan agar memiliki beragam bentuk. Seperti bentuk bunga, bentuk pecah piring, bentuk siput, bentuk daun-daunan dan masih banyak motiv lainnya yang bisa di ukir dengan tangan.

  • Rasa kue khas dan sulit di temukan
Kue tart yang asli, merupakan kue hasil ukir tangan terampil dan hati yang tulus. Jadi ciri khas dan harum kue ini tidak ada dikue yang lain. Untuk yang pernah mencicipi kue tart buatan tangan. Maksudnya bukan cetakan. Ia memiliki wangi khas, seperti harum bunga tapi memikat untuk dimakan hehe, pokonya wanginya khas deh!

  • Paling nikmat dihidangkan bersama minuman hangat
Meksipun bentunya kue menengah basah menengah kering, kue ini sangat nikmat dicocol sama minuman hangat ni. Seperti teh, kopi, sirup dan lainnya. Apalagi dinikmati di pagi atau sore hari sambil duduk di barendo (bahasa rejang artinya teras) uuuu sungguh kekhasannya terasa sekali jika dinikmati dimomen ini.

Oke, dari lima fakta di atas, pasti penasaran kan gimana sih proses pembuatan kue ini dan apa saja bahan dan alat yang diperlukan, serta pembuatan kue ini dengan ukiran tangan gimana sih caranya. Tenang! Berikut akan saya jelaskan step by step proses pembuatan kue ini, jadi baca artikel ini sampe selesai ya. Di bawah ini saya mulai dengan alat dan bahan dengan takaran satu kilogram tepung gandum. Jika teman-teman mau masak kue ini lebih dari satu kilogram tepung, tinggal menyesuaikan aja ya, oke kita mulai :

Alat dan bahan kue :
  • Tepung gandum 1 kg (merk apa aja)
  • Gula pasir ½ kg (merk apa aja, kalo takut diabetes boleh gunakan gula khusus untuk diabetes)
  • Santan kelapa 2 ons (kelapa tua ya, jangan yang muda, biar bisa dapet santan kualitas terbaik)
  • Vanely kue (merk apa aja, secukupnya, sesuai selera)
  • Pasta nanas (karena khas kue ini warnanya kuning gitu, kalo kalian mau coba warna lain, ijo misalnya, boleh pake yang pandan, tapi mungkin wanginya bakal beda. Jadi aku sarankan pake pasta nanas ya, karena seharusnya begitu *ini untuk nambah pengetahuan aja)
  • Soda bubuk (secukupnya, sesuai selera)
  • Minyak pisang (secukupnya, sesuai selera)
  • Daun pisang untuk alas, sekitas 2 helai terus di potong kecil-kecil, *jangan kecil banget ya, sewajarnya saja
  • Telur 2 butir
  • Oven buat masakin kuenya, bagusnya pake oven biasa ya, yang masaknya di atas kompor, kalo oven listrik sih aku kurang tau belum pernah coba.
  • Gelas ukur untuk menakar santan kelapa agar pas, karena bahan kue ini nggak bisa lebih nggak bisa kurang. Harus pas. Kalo ada yang melenceng dikit bahannya, kue auto gagal
Alat dan bahan isi (selai kelapa) :
  • Kelapa setengah tua, yang sudah di parut
  • Air secukupnya
  • Gula aren
Cara pembuatan isi (selai kelapa)
  • Masukkan kelapa, gula aren, dan air secukupnya. Masak hingga gula dan kelapa merata dan kering, seperti ini :

Cara pembuatan kue :
  • Santan yang sudah dipilih, jadi santan yang sudah diperas, biarkan mengendap sekitar 10 menit, setelah terpisah air dan santannya ambil santan kencal bagian atas menggunakan cangkir, sendok atau alat lainnya agar lebih mudah. Pastikan yang kamu ambil hanya santan ya, jangan ikut airnya, karena kalo airnya ikut masuk, adonan kue akan menjadi keras.
  • masak santan dan gula hingga larut. Bagian ini harus di aduk nonstop ya, agar santan tidak menggumpal dan gulanya juga menyatu dengan santan dengan sempurna.
  • Setelah itu masukkan Vanely secukupnya, kenapa secukupnya, kalau untuk satu kilogram tepung biasanya satu shaset Vanely. Aduk hingga larut
  • Setelah itu dinginkan. Sembari itu, mari buat adonan lainnya
  • Kocok 2 butir telur menggunakan mixer, jika tidak ada pake sendok aja tapi agak lama, kocok telur hingga warna keputihan, masukkan minya pisang dan pasta nanas secukupnya
  • Jika sudah, dan santan tadi juga sudah dingin, campurkan bahan dan aduk hingga rata

Jika sudah, makan bahan adonan sudah siap, campurkan dengan tepung 1 kg dalam satu wadah yang baru, pastikan adonan sudah menyatu sempurna dan siap di cetak
Berikut video pembuatan kue dengan ukiran tangan ya:


Jadinya seperti ini kue yang siap di panggang

Kue sedang di panggang

Ini foto "gubet" buat yang penasaran
ukiran akan lebih terlihat sempurna dengan gubet ini, namun tidak semua orang bisa pake ini, hanya orang terlatih yang bisa, jadi harus belajar dulu hehe, untuk pemula, menggunakan kuas seperti video diatas, akan lebih mudah
Ini dia foto kue yang baru selesai di panggang dan siap di hidangkan

26 komentar:

  1. Liat Gubet auto inget Ibuku. Kalau mau lebaran pasti rajin banget bikin kue dari segala macam bentuk dan jenis. Nah, dulu aku gak tau nama alat itu. Kupikir cuma potongan besi yang ngga berguna. Ternyata, pas lagi mau bikin kue, ditanyain sama Ibu.

    BalasHapus
  2. Alat dan bahan mudah dicari. Cara membuat jga ga terlalu susah. Mau nyobain bikin ah, lumayan buat tambahan kue lebaran nnti

    BalasHapus
  3. Kue tart. Favorit aku dari zaman masih bocah sampai sekarang. Sekarang udah ngurangi yang manis hehe.

    Ternyata cara buatnya lumayan gampang. Bisa nih dicoba oleh kaum adam seperti saya.

    BalasHapus
  4. Wih, lucu bentuknya. Kayaknya anak-anak bakal auto suka ini. Bintang ini dulu, biar bisa dibaca lagi terus dicatat pas mau belanja bahan dan membuatnya. Terima kasih resep turun temurun nya ya, kakak.

    BalasHapus
  5. Yg suka bikin begini malah nenekku. Aah jadi kangeenn. Soalnya skrg jarang banget bikin beginian kalo ga nunggu dikasih hahaha.

    BalasHapus
  6. Jadi pengen nyobain kuenya. Mau bikin sendiri keburu jiper takut gagal. Apalagi harus belajar ngukir dulu pake gubet,hihii.

    BalasHapus
  7. Setiap daerah punya ciri khas makanannya masing-masing. Pengen nyoba tuk pengisi toples saat lebaran nanti. Makasi resepnya kak.

    BalasHapus
  8. Unik banget ya mbak. Itu isinya selai kelapa kayak enten-enten (isian kelapa) untuk dadar gulung ya mbak.

    BalasHapus
  9. Kayaknya itu kue ada juga di daerah saya kak, kalau di tempat saya namanya kue bolu. Bener gak sih sama? soalnya bentuknya mirip banget.

    BalasHapus
  10. Bentuk kuenya cantik ya. Bentuk ukirannya pakai gubet, yang unik. Sepertinya yang bisa buat kue ini orang-orang yang sabar dan telaten.

    BalasHapus
  11. Cakep kuenya ya Kak Diska.. ada rasa seninya itu bs bikin ukir2an di atasnya. Kl saya dan anak2 udah bikin Chocochip cookies dan Chocolate Cornflakes hehe, gampil

    BalasHapus
  12. lucuuuuu bentuknya, syuka liatnya, rasanya pasti seindah lukisan diatas kue nya ya kak, jadi penasaran, ntar ah nitip temen yang sekarang lagi pulang ke bengkulu

    BalasHapus
  13. Ini namanya kue tart ya? Kirain kue tart yang vuat ultah2 gitu aja hehe. Pengen nyobain kayaknya enak nih

    BalasHapus
  14. Jadi inget mendiang mbahku kalau kue-kue begini. Tapi mbah nyebutnya bukan kue tart sih waktu itu. Beda daerah, beda sebutan juga ya

    BalasHapus
  15. Jadi ingat kue2 lebaran. berbagai macam jenis kue ada. mulai dari yg tradisional sampai yg modern. termasuk sejenis kue tart ini

    BalasHapus
  16. Aku jadi penasaran kayak apa rasa kue tart ini kak. Tadinya di bayangan aku tu kue tart yang pake krim buat ulang tahun.

    BalasHapus
  17. Cocok nih buat dijadikan kue lebaran, ya meskipun nanti tidak ada yang bertamu ya dimakanin sendiri aja, hehehe.

    BalasHapus
  18. Bentuknya lucu. Ini tawaran yang menggiurkan buat anak-anak .Pastinya mereka tertarik. Hehe .

    BalasHapus
  19. Wah kupikir kue tart style ultah gt mbak. Ternyata kue tradisional, baru tau aku nih jadi oenasaran untuk coba. Sekilas mirip nastar ya

    BalasHapus
  20. Waah cocok nihh untuk mengisi toples lebaran. Dengan rasanya yang enak pasti sehari bisa langsung ludes.

    BalasHapus
  21. waaawww unik bgt, kue bermotif gituuuu,, cocok ini buat cemilan sambil ngrampungin draft blog hehe

    BalasHapus
  22. Kreatif ya, saya kira pake cetakan itu kue tart nya. Pakenya gubet ternyata. Kalo kue tart kekinian itu emang udah kena modernisasi, jadi orisinalitasnya udah gak ada.

    BalasHapus
  23. Sejak stay at home aku jadi suka di dapur dan jadi penasaran mau coba juga resep turun temurunnya sista

    BalasHapus
  24. Belum pernah lihat ini si. Tapi sepertinya mantab untuk disantap. Apalagi saat wfh ini

    BalasHapus
  25. Ukiran kuenya cantik - cantik, Mbak. Pakai minyak pisang ya? Ini dari pisang? bikinnya gimana?

    BalasHapus
  26. Cantik kuenya. dan cara buatnya sih nggak susah kayaknya. Tapi karena udah dibilang kalau salah dikit aja kue bisa jadi bantet dan keras kan jadi lebih enak menikmati yang udah jadi aja. Lebih aman dan enak pastinya.

    Heleh, bilang aja yuni males. HEhehe

    BalasHapus