Minggu, 24 Juni 2018

Cerpen Langit yang gelap

Selamat malam cinta.
Hari Minggu adalah hari yang panjang. Banyak planning yang dari jauh-jauh hari untuk menghabiskan hari ini dengan menyenangkan.

Tapi pas udah di kamar, semua planning gagal. Ternyata kasur lebih nyaman untuk saat ini dari pada ngebut buat deadline.

Tuhan aku merasa lelah dengan hidup ini.
Mengejar sesuatu yang berbau duniawi memang melelahkan.

Rasanya aku ingin tidur dalam waktu yang lama untuk istirahat. Aku benar-benar lelah rasanya.

Malam ini sebelum tidur, aku ingin melukiskan sesuatu. Sebelum aku benar-benar terlelap, aku ingin bahwa alam tau, tentang hati ku yang merindu.

Tentang rindu...

Rindu yang tak pernah usai. Rindu adalah buah cinta, yang apabila dibahas tak akan pernah usai.

Aku berusaha menarik kesimpulan agar semua persoalan cepat selesai dan masalah segera ketemu ujung pangkalnya. Tapi nyatanya tak jua bertemu

Aku merindukan sosok hati yang hangat. Yang memeluk ku kala rapuh, yang menggenggam ku kala berjalan, Yang menghibur kala berduka, yang setia menemani sampai akhir cerita

Akhir dari sebuah cerita tentang kehidupan di dunia ini.

Aku ingin cerita kita, kelak menjadi perbincangan kita di surga. Tapi apakah mungkin, apakah mungkin kau kembali. Karena ku lihat kau sudah sangat jauh sekali

Aku bahkan tak sanggup mengejar mu. Kau begitu cepat membuat keputusan. Dan aku jamin itu adalah Keputusan yang salah.

Meninggalkan yang serius bukanlah solusi. Aku jamin kau tak akan menemukan seperti yang ada pada diri ini. Aku sangat yakin. Hanya saja kau enggan mengakuinya.

Tentang rindu yang tak pernah usai. Ku lukisan di langit yang gelap. Bahwa aku yakin cinta sejati akan tau tempatnya kembali.

Mungkin kau atau orang lain. Tapi yang aku harap, setiap aku menatap langit, kau pun menatapnya. Lalu sampailah pesan akan rindu yang amat dalam ini pada dirimu.

Selamat malam..

Minggu, 10 Juni 2018

Kenali Mahrammu

Assalamualaikum sobat surga... Gini, sobat surga udah tau belum, udah kenal belum sama mahramnya. Sebagai generasi muslim, kita harus kenal mana yang mahram mana yang tidak di dalam garis keluarga kita

Nah, untuk itu.. mengenai mahram Ika akan bahas dibawah ini

Mahram kamu (untuk perempuan) adalah:

1. Ayah
2. Kakek
3. Anak
4. Cucu
5. Saudara sekandung
6. Saudara seayah (beda ibu)
7. Saudara seibu (beda ayah)
8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu
9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (syarat: sdh berhubungan badan dgn ibu)
11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami
12. Mertua atau mantan mertua
13. Menantu atau mantan menantu
14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga

Untuk mahram laki-laki sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst).

Nah SELAIN DARI POIN 1-14... itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar.

_CATATAN_
*❗Sepupu bukan mahram*
*❗Ipar bukan mahram*
*❗Anak angkat atau anak asuh bukan mahram*
*❗Ayah angkat bukan mahram*
*❗Suaminya tante (suami dari saudarinya ibu atau ayah) juga bukan mahram

-----------------------

Jadi kalo besok lebaran kamu ketemu *sama lelaki SELAIN DARI POIN 1-14 dan yg disebut dlm CATATAN di atas ini, kamu DILARANG salaman yaa.*

Rasulullah ﷺ bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

*"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya."* (HR. Thobroni)

Kadang sebagian orang merasa "ga enak" kalau ga jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahramnya..

Tapi anehnya, dia tidak merasa "ga enak" saat melanggar perintah Rosululloh...

So, saatnya introspeksi, ubah pola pikir kita, tentukan sendiri pilihanmu:

➡ Pilih "ga enak" sama manusia, atau "ga enak" sama Rosululloh..

➡ Pilih ridho manusia, apa pilih ridho Alloh..

➡ Pilih merasa "aman" di dunia yg sesaat, atau "aman" di akhirat yg abadi..

🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

Barakallahu fiikum

Rabu, 06 Juni 2018

3 cara agar Istiqomah berhijrah

Assalamualaikum sobat surga.
Materi kita malam ini adalah tentang 3 Cara agar Istiqomah Berhijrah, nah apa saja sih 3 jurus jitu Istiqomah,
Langsung aja kita bahas ya...

Sahabat surga, hijrah merupakan suatu kewajiban untuk kita sebagai seorang muslim atau muslimah. Hijrah di sini bukan dalam arti berpindah tempat, tapi berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Pribadi yang kembali ke jalan yang di ridhoi Allah. Hijrah dalam arti meninggalkan kemaksiatan yang dulu sering dilakukan, dan mengerjakan berbagai amal shalih yang dulu sama sekali tak terfikirkan. To be better, itulah hijrah...

Tapi terkadang, hijrah tidak selamanya berjalan dengan lancar. Banyak saudara kita di luar sana yang sudah hijrah, namun kembali lagi seperti yang dulu. Ini yang kita sebut sebagai "gagal hijrah". Nah, karenanya, di sini saya akan sharing 3 cara agar kita bisa istiqomah dalam berhijrah.

1. Atur Niat

Niat adalah awal kita dalam berhijrah. Bisa dikatakan sebagai pondasi kita. Yang menjadi pantangan, jangan sampai sahabat berhijrah dengan niat karena dunia! Jika niat seseorang berhijrah karena dunia, maka dia akan sering kecewa, karena Allah tidak banyak menjanjikan urusan dunia kepada orang yang beriman. Kenapa? Karena bagi Allah dunia itu tidak ada nilainya, sedangkan yang bernilai (surga) akan khusus diberikan kepada hambanya yang beriman.

Allah Ta'ala berfirman:

فَمَآ أُوتِيتُمْ مِّنْ شَىْءٍ فَمَتٰعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا  ۖ  وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقٰى لِلَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

"Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
(QS. Asy-Syura: Ayat 36)

Itulah sahabat, kesenangan di dunia ini tidak ada apa-apanya di bandingkan di akhirat. Orientasi orang berhijrah bukan lagi dunia, tapi akhirat. Jika kita mencari kebahagiaan akhirat, maka kebahagiaan dunia itu akan otomatis datang ke kita. Yakinlah, dan mulai tata niatmu ya sahabat...

2. Perhatikan Temanmu

Teman sangat berperan penting dalam berhijrah. Oleh karenanya, dulu para sahabat yang baru beriman oleh Rasulullah segera dipersaudarakan dengan sahabat lain yang sudah beriman lebih dulu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman" HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)

Ketika berhijrah, bergaulah dengan teman-teman yang shalih yang siap mendukung hijrahmu sahabat. Atau minimal jika kita tidak bisa mendapatkan teman seperti itu, carilah teman yang tidak menghambat atau menolak keputusanmu berhijrah, meski dia tidak bisa membantumu dalam proses ini.

3. Berdo'a 

Jangan lupa untuk senantiasa berdo'a kepada Allah, agar tetap istiqomah. Do'a masyhur yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :

"يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ"
"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”(HR. At-Tirmidzi 3522)

Terus lah berdo'a sahabat, ketika ada masalah dalam hidupmu, adukan semuanya ke Allah. Teguhkan pendirianmu, lapangkan hatimu, dan kuatkan langkahmu untuk berhijrah, maka insyaaAllah Jannah adalah sebaik-baiknya balasan yang Allah berikan.

Ingatlah janji Allah Ta'ala,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقٰمُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِى كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""
(QS. Fussilat: Ayat 30)

Itulah 3 cara agar istiqomah dalam berhijrah. So, keep istiqomah sahabat! Semoga Allah meneguhkan langkah kita hingga ke syurga. Aamiin.

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum.

Sabtu, 02 Juni 2018

Menjemput cahaya Allah

Assalamualaikum hallo sahabat surga..
Apa kabar, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT ya...
Baiklah sobat surga, bahasan kita kali ini adalah menjemput cahaya Allah.

Sobat surga, Allah merupakan wali bagi orang-orang mukmin. Allah mengeluarkan orang-orang mukmin dari kegelapan menuju cahaya yang terang. Siapa yang tetap teguh berada di jalan Allah, maka cahaya tersebut akan meneranginya ke jalan yang lurus dan akan menyelamatkannya di dunia dan akhirat.

Kemudian orang-orang yang membelok dari jalan Allah menuju kegelapan. Mereka akan mendapatkan kerugian di dunia dan siksa akhirat.

Allah berfirman :
"ALLAH pemimpin orang-orang yang beriman, dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dan orang-orang kafir, pemimpin-pemimpin mereka adalah thaghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya terang menuju kegelapan. Mereka itu adalah penghulu neraka, mereka kekal di dalamnya (Al-Baqarah : 257)

Sungguh maha besar Allah. ia memberi cahaya penerang bagi siapa yang ia inginkan dan menarik cahaya pada siapa yang dia inginkan.

Sobat surga, mari kita berlomba dalam berbuat kebaikan. Perbanyak ibadah dan membaca Alquran yang nanti akan menjadi penerang di alam kubur dan di hari akhir. Aamiin

Semoga bermanfaat ya sobat surga, bahasan kita kali ini lumayan pendek ya. Karena mimin lagi nggak fokus ni hehe. Kita ketemu di tulisan berikutnya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatu