Sabtu, 30 November 2019

Jadi atlet lari selama 4 hari (torch relay PORWIL X Sumatera 2019)


Dalam rangka mensukseskan pekan olahraga wilayah Sumatera ke X tahun 2019. Kami di tugaskan untuk turut mensukseskan acara PORWIL ini. Tepatnya kami sebagai torch relay atau estafet obor dalam sebuah rangkaian kegiatan ini. Jadi kita lari estafet gitu, sambil bawa obor.
Nah obornya ini, supaya nggak cepat padam saat di bawa lari estafet, gubernur Bengkulu menugaskan kami untuk menjemput api abadi yang bersumber dari panas bumi / geotermal yang tempatnya ada di kabupaten Lebong.

So, kita semua sudah siap menjalankan tugas. Menuju kabupaten Lebong untuk melakukan prosesi upacara pengambilan api abadi disana kita disambut oleh Bupati Lebong dan jajaran. Setelah selesai, kita lanjut ke rumah dinas bupati kabupaten Rejang Lebong, tepatnya kota Curup. Terus lanjut lagi ke rumah dinas bupati kabupaten Kepahiang, setelah itu lanjut menuju kantor bupati kabupaten Bengkulu Tengah dan finish di kota Bengkulu tepatnya rumah dinas Gubernur Bengkulu.

Muka dah Lusuh, badan dah capek, sampai-sampai kita semua hampir tepar (pingsan) seperti di foto di atas wkwk. Tapi setelah itu kita disambut sama pak Gubernur dan dipersilahkan istirahat di kamar tamu rumah dinas Gubernur Bengkulu. Alhamdulillah, walaupun cuma sehari udah seneng bisa ngerasai tidur disitu, mudah-mudahan di masa depan bisa tinggal Disana selama 5 tahun ahahahah. Haluku dalam doa.


Nah, temen-temen kayaknya enak ya kita keliling setengah dari seluruh kabupaten se Provinsi bengkulu ini. Iya enak, tapi kita tetap dikasih tugas yaitu lari estafet sambil bawa obor saat tiba di tiap-tiap kabupaten huhu... mendadak jadi atlet lari selama 4 hari wkwkw. Iya karena kita keliling kabupaten itu sekitar 3 hari, dan menginap di beberapa hotel di kabupaten Lebong, dan Kepahiang dan 1 harinya kita nginap di kota Bengkulu. Setelah tiba di Bengkulu kita istirahat sebentar di rumah Gubernur dan kemudian lanjut lagi lari estafet. Dimulai dari team 1 dari rumah Gubernur tepatnya depan view tower Bengkulu sampe simpang Jamik, team 2 dari simpang Jamik ke simpang skip, dari simpang skip ke stadion dan dilanjutkan acara puncak pembukaan.

Btw aku team 2, lari dari simpang Jamik ke simpang skip, hoho, lumayan, buat membasmi lemak di badan. Kalo di tanya capek, ya pasti capek. Tapi keseruanya itu lo yang nggak bisa dibeli, kita total ada 16 orang, semuanya kocak-kocak, ada aja lawakannya jadi nggak bosen di bus Selama perjalanan. Apa aja yang harus aku persiapkan untuk berkeliling kabupaten ini? Aku cuma bawa jaket 1, baju 3, rok 1, trening 2, baju tidur 1, mukena, Al-Qur'an, alat makeup dan sepatu olahraga 1.

Bawa barang sekoper tapi semua itu nggak kepake karena kita kegiatan non stop dan selama kegiatan wajib pake baju Porwil dan sepatu porwil yang emang udah disediain sama pihak panitia. Zoonk kan ya hahaha. Jadi gaes sebelum kalian ikut kegiatan pastikan dulu konsep kegiatannya kayak apa, jadi kalian nggak gelabakan Ampe bawa baju sekoper tapi nggak di pakek. Cuma beratin bawaan aja, belum lagi bawa beban derita, upssss!!!!! Hehe
Sebelum aku tutup, dibawah ini ada video kita lagi dada-dada sama anak-anak sekolah, jadi sepanjang perjalanan mereka berjejer di pinggir jalan buat dada-dada sama kita, dikiranya atlet kitanya hahaha, nggak papa, atlet orbitan 3 hari, selamat menonton videonya temen-temen, ketemu di artikel pengalaman aku berikutnya yaaaa.